Berita Terkini

PDAM Kabupaten Malang ikuti Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional (MAPAMNAS) XIII 2017
08-12-2017 10:33

PDAM Kabupaten Malang raih Penghargaan PERPAMSI AWARD Tahun 2017 Katagori Pembina Terbaik jumlah penduduk lebih dari 500 ribu.

Direktur Utama PDAM Kabupaten Malang, H. Syamsul Hadi, S.Sos.MM mengatakan “Agenda utama MAPAMNAS adalah memilih kepengurusan baru Dewan Pimpinan Pusat PERPAMSI dan menetapkan langkah-langkah strategis organisasi ke depan”.

MAPAMNAS XIII dibuka oleh Bapak Moch Zainal Fatah, Asisten Deputi Infrastruktur Sumber Daya Air Kemenko Perekonomian. MAPAMNAS yang diikuti sekitar 1000 peserta, dari 436 PDAM seluruh Indonesia, merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi PERPAMSI. Kegiatan yang mengambil tema “Pemenuhan Hak Rakyat Atas Air” dihadiri oleh para pemilik hak suara yakni setiap PDAM/operator air minum swasta yang diwakili oleh jajaran direksi dari seluruh Indonesia yang saat ini berjumlah sekitar 436 entitas (PDAM/swasta/BLUD), jelas Pak Dirut sapaan akrab H. Syamsul Hadi, S.Sos.MM.

Dalam acara ini, PERPAMSI memberikan penghargaan “PERPAMSI Award” kepada para Kepala Daerah yang sudah menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap pelayanan air minum di wilayahnya masing-masing. Juga penghargaan kepada PDAM yang memiliki kinerja dan pelayanan terbaik. Salah satunya kepada PDAM Kabupaten Malang yang meraih Penghargaan PERPAMSI AWARD Tahun 2017  Katagori Pembina Terbaik jumlah penduduk lebih dari 500 ribu.

Menurut Pak Dirut, tema yang diangkat dalam MAPAMNAS XIII yakni “Pemenuhan Hak Rakyat Atas Air” adalah sesuatu yang sudah diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan, bukan hanya di level operasional, tetapi bahkan di Undang Undang dasar RI. Oleh karena itu PDAM merupakan tonggak atau pilar yang sangat penting dalam pemenuhan hak rakyat atas air.

“PDAM menanggung beban yang sangat besar atas upaya pemerintah memenuhi kebutuhan rakyat akan air bersih.Melalui tangan PDAM, negara hadir dalam upaya pemenuhan hak rakyat atas air,” ujar Pak Dirut.

Mengutip yang disampaikan oleh Ketua Umum PERPAMSI Rudie Kusmayadi, MAPAMNAS memiliki arti yang sangat strategis, tidak saja bagi PDAM dan PERPAMSI, namun juga bagi sektor air minum Indonesia secara keseluruhan. Sejumlah agenda penting dan krusial dirumuskan dan kita boleh berharap banyak akan perhatian dan prioritas pemerintah yang dewasa ini lebih besar di sektor air minum. MAPAMNAS juga akan menjadi penentu arah perjalanan organisasi PERPAMSI dalam empat tahun ke depan, terutama untuk konsolidasi organisasi dan perumusan program-program kerja dan rencana strategis, saat ini Anggota PERPAMSI berjumlah 436 entitas (forum MAPAMNAS sendiri dihadiri tak kurang dari 1.000 peserta). Dari jumlah tersebut, sebanyak 391 berbentuk Perusahaan milik Pemerintah Daerah (PDAM/PDAB/PAM /PERUSDA), sebanyak 27 beroperasi di bawah Dinas PU (BDAM/BPAM/BPAB/BLU/BLUD/UPT AM) dan sebanyak 18 berbentuk perusahaan swasta (PT).

Menurut data Kementerian PUPR, di tahun 2015 akses air minum aman nasional baru 71,05 % terdiri dari jaringan perpipaan: 17,1 % dan bukan jaringan perpipaan: 53,95 %. Artinya, untuk mencapai akses aman 100 persen hingga 2019 masih ada gap 28,95 %.

Untuk mencapai program 100 %, Pemerintah Pusat memperkirakan total investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 253,8 triliun yang bersumber dari APBN (20 %), KPS & B to B (8 %), pinjaman Perbankan (5 %), CSR (7 %), APBD (47 %), PDAM (7 %), dan DAK (6 %).

Pemerintah mencatat beberapa tantangan dalam pengembangan SPAM oleh PDAM yakni angka idle capacity sebesar 38.000 liter/detik, tingkat kehilangan air atau NRW nasional: 33 %, keterbatasan air baku untuk air minum sebesar 128 m3/detik, komitmen Pemda untuk pendanaan air minum <10 % dari total APBD, kondisi PDAM saat ini dalam kondisi Sehat sebanyak 60 %, sisanya 40 % masih Kurang  Sehat dan Sakit. Tantangan lainnya peningkatan akses 5 tahun terakhir rata-rata: 4,5 % per tahun dari yang harus dicapai sebesar 30 % hingga 2019, kita harus tetap optimistis dan berupaya semaksimal mungkin dalam mendukung Pemerintah Pusat melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yang menargetkan 100 persen akses aman air minum pada 2019 nanti, imbuhnya.